Gangguan

Aku tidak ingat pada tatapan yang dulu yang berikan padaku
Atau pelukan hangat dan nyamanmu
Dari beberapa sisi, kita berhenti untuk mengenal satu sama lain
Atau bahkan tak ingin untuk saling mengenal

Kesan kita yang berubah
Menjadi dingin dan bahkan tak bisa direngkuh
Di dalam ketidakacuhan yang begitu melelahkan
Aku tak bisa melakukan apa pun dan membenci diriku karenanya

Kau tidak menatap mataku
Kau tidak membaca hatiku
Kau menjauh dari kesedihanku
Aku mencintaimu – Apakah kata ini tidak cukup?

Awalnya aku tak mengerti, kupikir kau sibuk
Telepon dan kencan denganmu berkurang
Kau akan datang jika aku menunggu, aku harus mengerti
Tetapi semakin aku melakukannya, semakin jauh kau pergi

Aku berdiri di sini, di tempat yang sama
Tapi kau semakin meredup dan aku tak bisa melihatmu
Aku bahkan tak mengerti ke mana harus pulang
Datang lah ke sini, segera dan selamatkan aku

Kau tidak menatap mataku
Kau tidak membaca hatiku
Kau menjauh dari kesedihanku
Aku mencintaimu – Apakah kata ini tidak cukup?

Pada satu hari di mana semuanya berakhir begitu cepat
Setelah menggeretaknya, aku menyadari kalau aku benar-benar sendirian
Apakah kau benar-benar menangis seperti orang bodoh? Apakah kau berpikir ini sudah berakhir?
Aku tak begitu bisa memikirkan segalanya sekarang

Kau tidak menatap mataku
Kau tidak membaca hatiku
Kau menjauh dari kesedihanku
Aku mencintaimu – Apakah kata ini tidak cukup?

Itu adalah kau

Indonesian translation of Boa’s Disturbance by Nandhani M Luga

Novel Favoritku

Hai!!! Dah lama banget ga nulis ulasan tentang berbagai hal yang aku suka. Di malam yang tumben-tumbennya gerimis ini kok tiba-tiba kepalaku juga dihujani semangat untuk kembali menulis hal-hal yang gajelas di mata sebagian orang (yakin, ndha? Yakin kalo sebagian doang? HmS).

Kali ini aku mau menulis ulasan singkatku tentang buku-buku favoritku. Kebanyakan atau mungkin semuanya adalah novel, karena hal-hal yang terjadi di novel jarang kita temukan pada kehidupan nyata.

Penulis juga bebas mengutarakan apa yang ingin disampaikannya, ia bertanggungjawab atas cerita yang dibuatnya sendiri. Ada juga yang bilang kalau menulis adalah bentuk skizofrenia yang dapat diterima masyarakat.

Kadang aku juga merasa ada sebagian orang yang justru lebih ekspresif ketika menulis. Banyak penulis yang tulisannya tidak begitu mencerminkan dirinya pada kehidupan nyata. Bisa saja tulisan itu tentang cerita kelam yang selalu ia pendam sendirian, lalu muncul menjadi sebuah tulisan fiksi yang orang lain tak pernah bayangkan sebelumnya.

Dalam 2 karya yang ditulis oleh orang yang sama pun aku melihat 2 kepribadian yang berbeda. Jika itu terjadi di kehidupan nyata, mungkin orang ini bakal dianggap tidak sehat secara mental. Tetapi dari kacamata seni menulis, itu sah-sah saja dan justru membuat cerita itu semakin terlihat nyata. Kita bisa belajar untuk melihat sebuah peristiwa dari berbagai sudut pandang.

Eh sik ta lah….. Kok malah jadi nglantur aku. Baek lah teman-teman yang dikasihiNya mari kita kembali pada benang merah… Saya mulai dari nomor 1 ya.. Ini acak aja sih sebenernya, bukan berdasarkan ranking bagus dan enggaknya… seingetku aja.

1. Madre
Buku ini yang pertama kali ngena di hatiku. Ini mungkin novel pertama yang aku baca semenjak aku remaja. Waktu itu ibuku beli terus aku ikutan baca. Aku juga termakan omongan orang-orang sih waktu itu.. Kata mereka tulisan Dee memang bagus. Waktu itu aku juga belum banyak membaca dan belum punya penilaian mana yang bagus dan enggak. Jadi, ya udah la ya baca aja, toh jeleka ya ga ada ruginya dibaca.

Baca 1 2 3 halaman eeeeh… Tiba-tiba dah selesai aja cerita utamanya. Hampir semua bukunya Dee menurutku cepet banget ‘nglahap’nya. Jadi buku Madre ini isinya kumpulan cerpen yang ditulis oleh Dee. Aku suka Dee karena dia mahir menggambarkan sebuah sudut pandang seseorang. Dia juga melakukan riset panjang untuk menulis sehingga apa yang dia tulis begitu terlihat nyata di benakku.

2. Aroma Karsa
Ini juga tulisannya Dee HHHHH. Ini gila sih bagus banget… Lebih liar dari Madre. Madre masih terlihat realistis buatku.. Tapi kalo Aroma Karsa ini bercampur dengan fantasi. Fantasi yang selama ini ada di benakku ya.. Nenek sihir, alien, bajak laut….. Jelas hal itu sebenernya jauh dengan pengalaman empirikku. Maksudku, aku hidup di tanah Jawa. Jelas aku ga pernah menemukan fantasi-fantasi semacam bajak laut seperti Jack Sparrow, u know what I mean?

Kita di sini lebih familiar dengan fantasi hal-hal gaib. Aku senang dengan novel ini karena fantasi yang dimunculkan adalah fantasi yang sering kita jumpai di Jawa. Lagi-lagi dia melakukan riset yang begitu panjang untuk bisa menyelesaikan novel yang punya 700an halaman ini.

Dia menggabungkan fakta dengan cerita-cerita yang terus berkembang pada masyarakat. Dua hal itu bagiku turut andil peran dalam hadirnya sebuah karya yang terasa begitu nyata namun juga mengajak kita untuk berimajinasi. Proses menuntaskan buku ini menjadi pengalaman yang tak bisa dilupakan.

3. Gajah Selalu Ingat
Buku ini merupakan buku terjemahan dari Elephants always Remember karya Agatha Christie. Baydeweyyyyy I’m in luv with this person. I hope she’s doing great up there. Rest in peace Bu Agatha.

Aku percaya di setiap kehidupan orang pasti ada satu masa di mana dia merasa begitu hancur sehancur-hancurnya sampai ia terbentuk dan lahir kembali menjadi dia yang baru. Aku melihat ada suatu peristiwa buruk menimpanya sehingga membuatnya menjadi penulis novel kriminal yang begitu andal. Dia tidak menuangkan lukanya pada hal negatif, yang ia lakukan hanya menulis.

Itu yang membuatku begitu salut padanya. Tak semua orang yang hidupnya hancur bia menuangkan kesedihannya pada hal positif. Ada juga yang lalu menyalahkan orang lain atas kesedihannya sendiri, pun ada yang tidak bisa menerima kenyataan.

Aku pun ingin seperti beliau. Berhenti mengeluhkan sakitnya lukaku dan mulai untuk mengekspresikannya pada hal-hal positif seperti menulis.

Elephants always Remember ini menceritakan tentang misteri pembunuhan (obviously, Agatha Christie coey), lalu si detektif berusaha mengumpulkan gajah-gajah dalam peristiwa pembunuhan itu.. Gajah dikenal sebagai hewan yang ingatannya begitu kuat.. Detektif mencari “gajah-gajah” dalam peristiwa itu. Endingnya begitu tidak terduga.

4. Namaku Hiroko
Ini novel yang dulu tiba-tiba disarankan oleh guruku SMP, Bu Sulis. Aku juga ga ngerti kenapa aku yang disarankan untuk baca itu. Buku ini kalo boleh kubilang terlalu dini sih untuk kubaca saat masih SMP.

Aku suka buku ini karena aku melihat begitu nyata apa yang sebenarnya terjadi di luar sana. Seseorang yang kita anggap buruk ternyata memiliki alasan di balik tindakan buruknya. Ketika membaca ini aku merasa seperti sedang membaca buku harian seseorang bernama Hiroko. Gaya tulisannya sedikit mirip dengan Agatha Christie, dan jauh berbeda dengan gaya tulisan Dee. Faktor perubahan zaman sepertinya juga mempengaruhi gaya tulisan. Oh ya! Novel ini ditulis oleh NH. Dini.

Sepertinya segitu dulu tulisanku kali ini. Aku merasa lega ketika bisa menuliskan apa yang ada di benakku. Entah tulisanku tidak tertata dan berantakan, setidaknya ia dapat mengurangi beban kroditnya otakku. Terima kasih, wordpress. Terima kasih pada pembaca-pembaca yang secara tak sengaja menemukan tulisan ini.

Berdiri dengan Kedua Kakiku Sendiri

Saat aku kecil, menghindar dari sebuah konflik begitu mudah untuk dilakukan: berlari ke dalam sebuah lemari dan menutupnya rapat-rapat.

Semakin hari badanku semakin tinggi, lemari yang dulunya kujadikan tempat berlindung dari konflik tidak lagi cukup menampungku.

Aku menyambar earphoneku dan memutar sebuah lagu dengan volume keras setiap konflik mulai terjadi. Entah apa yang akan terjadi dengan kesehatan telingaku, yang penting aku bisa menghindar dari konflik itu.

Semakin aku dewasa, itu semakin sering terjadi. Acap kali aku terbangun di malam hari karena suara teriakan. Ingin aku tidur kembali, tapi percakapan yang aku dengar begitu memilukan hatiku. Tak ada lagi aku yang bersembunyi di dalam lemari dan tak mengerti apa-apa, kini aku mengerti persis konflik apa yang sedang terjadi. Siapa yang semestinya aku percaya? Siapa yang semestinya ada buatku?

Aku memutuskan untuk pergi jauh-jauh dari sana, tak kusangka ia terus menghantuiku. Tak jarang aku terbangun dan menangis di tengah malam karena memimpikan rentetan kejadian itu.

Kini konflik itu terjadi di dalam kepalaku. Semua orang sudah bertindak semestinya, seakan tak pernah terjadi apa-apa. Aku di sini berjalan terseok-seok masih dengan luka yang sama. Otakku terus memutar kejadian yang sama.

Begini kah rasanya tumbuh dewasa? Tak ada lagi lemari kokoh yang melindungiku dari konflik. Tak ada lagi earphone yang cukup keras untuk mengalihkan pikiranku akan hal-hal buruk. Konflik terus menghantuimu seperti tamu yang tak pernah mengetuk pintu si tuan rumah.

Dunia begitu kejam. Tak ada buku panduan yang mengajarimu bagaimana berjuang dalam hidup. Semua orang berjuang dengan caranya masing-masing. Pun banyak orang menganggapnya sama, lalu membanding-bandingkan hidupnya dengan hidup orang lain.

Meski tak akan pernah bisa sekuat dulu, untuk masih bisa berdiri dengan kakiku sendiri, aku bersyukur. Setidaknya luka-luka ini yang menjadi tanda bahwa aku telah berjuang melalui sebuah perang besar.

Aku masih percaya semua yang telah kulalui merupakan kuasa Tuhan. Kadang Tuhan menciptakan hujan, badai sekali pun, untuk membersihkan jalan yang akan kulalui. Aku percaya suatu hari nanti, trauma ini akan menjadi pelajaran yang begitu berharga bagiku. Terima kasih telah mengasihiku, Tuhan. Segala rencanaMu baik adanya.

Seberkas Kebahagiaan

Ketika kau tak ada bersamaku
Aku terus memikirkanmu
Aku merasa kau dekat dengan hatiku
Ini terasa seperti kita tak pernah terpisah

Lalu dari telinga ke telinga senyumanku mulai merekah
Aku merasa bahagia lagi
Terima kasih atas segala berkas kegembiraan yang kau berikan untukku

Ketika aku merasa buruk
Banyak hal terjebak di dalam benakku
Aku ingat kata-katamu
Candaan-candaan burukmu

Kau lah seberkas kebahagiaanku

Kau lah seberkas kebahagiaan itu
Sebuah senyuman mulai nampak
Aku merasa bersinar kembali, kau buatku merasa begitu bahagia
Terima kasih atas segala cintamu

Indonesian translation of Mocca’s Bundle of Joy by: Nandhani M Luga

Ingatan Kecil akan Sebuah Perjalanan

Anak kecil
Begitu naif dan tak mengerti apa-apa
Tertawa pada hal-hal sederhana
Merasa paling istimewa di dunia
Memimpikan hal-hal seperti akhir sebuah dongeng indah
Dihujani kasih sayang setiap saat

Suatu hari itu akan datang
Sesuatu yang benar-benar menghancurkan hatinya menjadi berkeping-keping
Terseok-seok berusaha mengumpulkan serpihan yang masih bisa diselamatkan
Serpihan-serpihan yang mengantarkannya pada dua jalur
Terjatuh pada jalur barunya
Lalu kembali bangun pada jalur yang ia sendiri tak tahu alurnya
Lahir menjadi seorang baru yang tak akan pernah merasa lengkap, selalu merindukan kepingan-kepingan yang hilang

Terbangun di kemudian hari
Menjadi dewasa atas tuntutan waktu
Bergabung pada barisan bahu-bahu bungkuk
Pandangan kosong dilayangkan pada segala hal
Nafas berat semakin sering dihela
Menangis dalam hati, tak percaya seorang pun bisa mengertinya

Sebuah peristiwa akan mengubahnya sama sepertimu
Tak ada lagi senyum menghiasi wajahnya
Lingkaran hitam selalu menghiasi matanya
Mimpi buruk terlihat indah dalam benaknya
Apa yang sedang ia hadapi lebih buruk dari mimpi buruk mana pun

Ia terus berjalan pada perjalanan tak berujung
Tak tahu apa yang sebenarnya ia tuju
Sampai ia berhenti karena tersadar akan sesuatu
Kini realita telah membunuh mimpi-mimpinya

Lekas Sembuh, ya.

Jangan lupa jaga kesehatan, ya. Kesehatan fisik dan juga kesehatan psikis… Aku tahu yang kau alami tak semudah yang kebanyakan orang bisa bayangkan. Tapi perlu kau tahu, semua orang hidup dengan keadaan itu. Tak ada satu pun makhluk di dunia ini yang tak pernah terluka. Setidaknya mereka punya satu cerita kelam yang ia telan sendiri. Sepertinya tumbuh dewasa memang begitu. Luka datang bertubi-tubi. Berharap waktu dapat menyembuhkannya, eh…kembali datang sakit yang baru. Menjadi sikap yang dewasa apabila kita dapat menerima segalanya dengan lapang dada. Kurasa itu yang membuat hidup ini begitu adil, aku merasa hidupku adil karena ia terasa tak adil bagi semua orang. Pahami gejala-gejala di sekitarmu. Kecilkan gema suaramu dan dengarkan pesan yang Beliau sampaikan padamu melalui alam semesta. Atas segalanya yang telah terjadi, kau bukan orang yang buruk. Kau hanya seorang yang berusaha membunuh kesedihanmu dengan cara yang berbeda. Fight! Xoxo